Tag Archives: stupidity

1973

Mari berdansa, menggoyangkan badan, kepala, tangan. Ditemani beberapa shoot tequila, meja bar, bartender yang selalu tersenyum dan selinting ganja, abu dalam asbak, abu di lantai, percikan bara api, tastestos snare, casciscus treble hi-hat, tangtingtung cymbal, dangdingdeng tomtom dan bambumbum bassdrum. Melepas penat, meraup udara surga, meninggalkan semua di belakang. Tenggelam, beradu, menyatu, seiring, senada, berirama dan berima….

Hari ini, aku dan Simone-lah cinderella-nya.

Continue reading

Advertisements

7 Comments

Filed under penat, some thoughts

ketika selamanya harus berakhir

Ketika selamanya harus berakhir, aku bertanya pada diriku sendiri, kemana semua air mata? Kemana semua kesakitan? Kemana semua perih? Mengapa aku berhenti merasa? Semuanya datar, tawar. Kemana perginya lonjakan2 dentum jantung memukul seperti bedug dipalu? Bahkan sudut naungankupun berwarna putih. Pucat terabaikan. Semua suara hanyalah suara. Semua desahan hanyalah desahan, semua rasa hanyalah rasa. Semua hilang, melebur, bersatu, dan menghilang.

Oh, Ketakutanku. Apakah aku akan merasakan rasa? Memikirkan pikir? Menangisis tangis? Ataukah aku hanyakan berjalan dan terus berjalan dengan sudut putih disekelilingku.

Ketika selamanya akhirnya berakhir, aku tak lagi memiliki dirku. Aku tak lagi memiliki apa yang tak pernah kumiliki. Maka, Kehilangan, bukanlah aku. Seharusnya. Kehilangan hanyalah untuk yang pernah kumiliki: rasanya rasa, pikirnya pikir, desahnya desah.

Selamanya, sudah berakhir.

21 Comments

Filed under mumbling, penat, some thoughts

something is really wrong about marriages

See how cynical people see it. Anyway, it’s like the most amazing and smart calculation i’ve ever seen.

Continue reading

17 Comments

Filed under iseng2, mumbling, some thoughts

10 seconds of your life

There are a lot of different moments that your life consists of, but there are some that come to mean much more than just a tiny fragment of time, though it might have lasted somewhat 10 seconds, it lingers ever on in your memory, and it feels like the whole sense of your life was put into that meaningful moment, that all you’d been doing before was for living those 10 seconds, and you feel like it was worth it.

3 Comments

Filed under mumbling, penat, some thoughts

pengulangan setiap bulan

Kamu tau kan kalau saya hanya setengah serius saat mencubit, menonjok, menoyor, menampar, menendang, menggebuk kamu setiap kali saya menangkap basah kamu sedang “belanjain” cewe lain yang cantik (lebih cantik dari saya), putih (lebih putih dari saya, PASTINJA!), lebih langsing (lebih langsing dari saya).

Continue reading

18 Comments

Filed under mumbling, penat, some thoughts

sekali puskesmas tetap puskesmas!

Ok, saya mengaku. Gigi saya jelek sekali. Lobang di sana-sini akibat terlalu banyak painkiller, antibiotik, dan nicotine yang menempel. Padahal dulu orang tua saya paling bangga dengan gigi saya yang sehat, bersih dan kuat. Ah, semakin tua semakin kurang perduli dengan kesehatan gigi sepertinya. Mungkin ini hasil dari kemalasan menyikat gigi di masa-masa kuliah.

Continue reading

26 Comments

Filed under dongeng, mumbling

morning conversation that really made my day

Dia : Udah nggak usah pindahlah. Atau kita cari aja kosan yang bisa berdua. Lumayan kan jatuhnya jadi murah.
Saya : Ok, jadi menurut lo perlu waktu brapa lama sampai elo ketemu cewe lain, ninggalin gue dan berlaku brutal?
Dia : Ya kita kan nggak pernah tau. Elo sendiri? Berapa lama waktunya sampai elo ketemu cowo lain?
Saya : Jangan dibalikin dong. Lo tau kan, gue bisa ketemu cowo kapan aja kalau gue mau. Tapi gue menutup kemungkinan itu kan? Nah elo? Apa elo juga menutub kemungkinan kaya gue?
Dia : Yah, menutup kemungkinan sih enggak. Tapi gue sih saat ini emang lagi nggak “berniat” nyari2 cewe buat dideketin. Lo kan tau kalo gue bisa deket sama orang karena lingkungan. Kalau gue ada di satu lingkungan dengan intens, baru deh gue bisa deket sama cewe. Nah sekarang? Kerjaan gue lo tau sendiri gila2an kaya gimana. Trus gue kemana2 juga cuman sama elo. Gimana gue bisa deket sama orang lain?
Saya : Eeeekkkk… Wrong answer! The split up is still on!

Menurut kamu, indikasi apakah ini? Does he only take me for granted untill he meet more suitable girl? Or something else…?

22 Comments

Filed under mumbling, some thoughts