Tag Archives: love

one find day

Orang2 tua selalu bilang, “Sangat menyakitkan bila orang tua harus menguburkan anaknya”.

Apakah akan jadi lebih mudah bilang seorang anak menguburkan orang tuanya? I don’t think so. Saya pikir, keduanya sama beratnya. Kehilangan seseorang yang begitu dekat dan disayang, tidak ada yang mudah.

Continue reading

Advertisements

19 Comments

Filed under some thoughts

finally in love again.

Sebenernya posting ini udah saya posting di twitter during lunch today, tapi entah kenapa kok nggak berhasil. Padahal msg delivery reportnya menunjukan bahwa sms saya delivered. Tapi nggak masuk juga ke twitter. Eniho, siang ini i had my lunch back in my kamar kost. Karena mulai flu dan batuk yang lumayan berat, jadi saya memutuskan untuk pulang ke kosan, makan siang, minum obat flu, menenangkan migrain sebentar. And that’s when the magic happen. SAYA JATUH CINTA!

Continue reading

18 Comments

Filed under iseng2, mumbling, some thoughts

i wish!!!

Beberapa kali teman sekantor memergoki saya sedang melihat2 site yang menjual cake, cupcake, coklat secara online. Dan dari semua orang yang memergoki saya itu mempertanyakan pertanyaan yg sama.

Udah mulai budgeting ya, Eve? Wah, bentar lagi dooong. Kapan nih?

Semuanya hanya jawab dengan 2 kata.

YEAH, I WISH!!

Continue reading

25 Comments

Filed under dongeng, iseng2, mumbling, some thoughts

1973

Mari berdansa, menggoyangkan badan, kepala, tangan. Ditemani beberapa shoot tequila, meja bar, bartender yang selalu tersenyum dan selinting ganja, abu dalam asbak, abu di lantai, percikan bara api, tastestos snare, casciscus treble hi-hat, tangtingtung cymbal, dangdingdeng tomtom dan bambumbum bassdrum. Melepas penat, meraup udara surga, meninggalkan semua di belakang. Tenggelam, beradu, menyatu, seiring, senada, berirama dan berima….

Hari ini, aku dan Simone-lah cinderella-nya.

Continue reading

7 Comments

Filed under penat, some thoughts

ketika selamanya harus berakhir

Ketika selamanya harus berakhir, aku bertanya pada diriku sendiri, kemana semua air mata? Kemana semua kesakitan? Kemana semua perih? Mengapa aku berhenti merasa? Semuanya datar, tawar. Kemana perginya lonjakan2 dentum jantung memukul seperti bedug dipalu? Bahkan sudut naungankupun berwarna putih. Pucat terabaikan. Semua suara hanyalah suara. Semua desahan hanyalah desahan, semua rasa hanyalah rasa. Semua hilang, melebur, bersatu, dan menghilang.

Oh, Ketakutanku. Apakah aku akan merasakan rasa? Memikirkan pikir? Menangisis tangis? Ataukah aku hanyakan berjalan dan terus berjalan dengan sudut putih disekelilingku.

Ketika selamanya akhirnya berakhir, aku tak lagi memiliki dirku. Aku tak lagi memiliki apa yang tak pernah kumiliki. Maka, Kehilangan, bukanlah aku. Seharusnya. Kehilangan hanyalah untuk yang pernah kumiliki: rasanya rasa, pikirnya pikir, desahnya desah.

Selamanya, sudah berakhir.

21 Comments

Filed under mumbling, penat, some thoughts

something is really wrong about marriages

See how cynical people see it. Anyway, it’s like the most amazing and smart calculation i’ve ever seen.

Continue reading

17 Comments

Filed under iseng2, mumbling, some thoughts

10 seconds of your life

There are a lot of different moments that your life consists of, but there are some that come to mean much more than just a tiny fragment of time, though it might have lasted somewhat 10 seconds, it lingers ever on in your memory, and it feels like the whole sense of your life was put into that meaningful moment, that all you’d been doing before was for living those 10 seconds, and you feel like it was worth it.

3 Comments

Filed under mumbling, penat, some thoughts