janji

Merealisasi janji untuk posting blog lagi. Rak ketang cuman gaya microblog! There… 😀

2 Comments

Filed under Uncategorized

microblog mode

Bete ah ama kantor, kerja rodi kaya org gila. mo resign aja. ada yg mo adopsi karyawan?

6 Comments

Filed under iseng2, mumbling

bahaya

Kalo mau anonim, jangan buka identitasmu pada siapapun. and i mean pada SIAPAPUN! begitu kebuka pada 1 orang, orang kedua akan segera tau. Seperti hukum “kalau ada 1, ada 2”. Agak seperti selingkuh sih. hahahahaha…

Masih berpikir2 mo nutup ni blog, dan buka blog baru, atau terusin aja?

5 Comments

Filed under Uncategorized

the line

setelah sekian lama saya absen di dunia blog, dan sekarang saat saya ingin kembali menulis, semakin dipikir-pikir lagi, saya semakin sadar bahwa ternyata saya ini nggak tau apa2. saya nggak ngerti ini dan itu. ga ngerti lagi apa yang mesti saya bagi. semua opini yang ada dikepala saya rasanya seperti sudah tidak relevan lagi terhadap apapun. lebih parah lagi, semua opini itu bahkan seperti sudah tidak berarti lagi. Semakin hari saya merasa jadi semakin kecil diantara luasnya dunia, beragamnya manusia. apalah arti opini seseorang yang bisa saja salah.

dan saya kembali ke phase 1. takut salah.

dan hal inilah akhirnya yang membuat saya terus menerus menunda untuk mulai menulis kembali. apalagi ketika sedikit demi sedikit topeng saya mulai terkuak. ah betapa tidak nyamannya.

dari awal saya membuat blog ini adalah agar saya bisa menulis apa saja yang saya inginkan. tanpa proses editing, proses takut salah, proses ini dan itu. tidak peduli ada yang baca atau tidak. tidak peduli ada yang meninggalkan komen atau tidak. tapi sekarang, tokoh ini sudah menjadi seseorang.

intinya, ini sudah tidak asik lagi….

ah jadi bingung…

3 Comments

Filed under Uncategorized

pepotoan yuk pepotoan

Karena kangen ama blog ini, tapi ga tau mau nulis apa jadi kayanya mendingan posting foto aja ya… hehehe. Beneran blank mo nulis apaan. Mo nulis kulit yang tiba2 jadi ‘mlonyoh’ gara2 make salonpas, kok rasanya kurang keren. posting tentang ibu2 tua yang ga dikasih duduk di busway ama cowo2 muda belia gagah perkasa, kok kayanya udah pernah, malah jadi cliche… jadi ya udahlah. Enjoy aja deh Still Life-nya.

Continue reading

6 Comments

Filed under iseng2, jepretan

the only 1 left

Oh, jadi cuman tinggal saya yah yang keukeuh sureukeuh ga mau kopdaran, dan keukeuh sureukeuh tetep mau jadi anonimus? Jadi udah pada OUT nih? ehehehehe….

17 Comments

Filed under Uncategorized

hujan

Hari ini hujan, Petra. aku sedang menghitung bintang dalam khayalanku dan huruf “A” dalam cangkir kopiku. Ya, aku peminum kopi sekarang. Hanya Tuhan yang tahu di mana awalnya. Dalam hujan, aku teringat kata2mu, “Jalan itu berbatu, Eve. Kau akan membutuhkan tongkat”. Aku memang membutuhkan tongkat, Petra. Tapi bukan untuk berjalan. Hanya mengais. Ataukah itu sebenarnya maksudmu? Ah, kau memang selalu berbelit2. Ataukah aku yang terlalu tolol.

Ah ini bukan hujan pertama musim ini, Petra. Hanya sebulan sebelum musim mangga harum-manis. Hanya saja gulungan hawa panas itu tak tampak akan beranjak. Bergelung nyaman bersamaan dengan gulungan asap nafas nikotinku. Masih ada yang tak berubah didunia. Setelah sekian lama aku meninggalkanmu. Atau kau melupakanku? Yang kutahu, kita tak terpisahkan.

Hari ini hujan, Petra. Sama seperti waktu2 yang banyak kuhabiskan bersamamu, dahulu. Aku akan selalu duduk bernaung dibawah cerukmu, menumpahkan setiap mili-liter dingin, panas yang menggelegak. Kau ada di sana. Harusnya kubeli saja lilin lavender itu. Lilin itu selalu bisa menenangkan kita, bahkan disaat kita tak menyadari kepenatan kita.

Belalang itu masih menggangguku, Petra. Membantah semua yang kukatakan walaupun ia tahu itu benar. Dan kembali merangkak padaku disaat kesusahan. Ia bukan kau. Dan aku mencintai kalian berdua. Ah Petra, mungkin aku yang meninggalkanmu. Dan kau membuktikan padaku kalau kau selalu ada. Seperti saat ini kau ada, menemaniku menikmati hujan dan gangguan belalang.

Petra (Greek “πέτρα” (petra), meaning cleft in the rock; Arabic: البتراء, Al-Batrāʾ) is an archaeological site in the Arabah, Ma’an Governorate, Jordan, lying on the slope of Mount Hor[1] in a basin among the mountains which form the eastern flank of Arabah (Wadi Araba), the large valley running from the Dead Sea to the Gulf of Aqaba. It is renowned for its rock-cut architecture. Petra is also one of the New Seven Wonders of the World. The Nabataeans constructed it as their capital city around 100 BCE.[2]

The site remained unknown to the Western world until 1812, when it was introduced to the West by Swiss explorer Johann Ludwig Burckhardt. It was famously described as “a rose-red city half as old as time” in a Newdigate prize-winning sonnet by John William Burgon. UNESCO has described it as “one of the most precious cultural properties of man’s cultural heritage.”[3] In 1985, Petra was designated a World Heritage Site.

http://en.wikipedia.org/wiki/Petra

4 Comments

Filed under iseng2, mumbling, some thoughts