Lagi L3b4y

Tiba2 berasa gloomy. Dugaan saya, ini ada hubungannya dengan cuaca yang ujan terus belakangan ini. Bukan rahasia lagi kalo cuaca mendung dan hujan selalu sukses bikin saya ngerasa gloomy. Lebih Lebay :D. Hujan juga selalu membawa saya kembali ke suatu masa disuatu tempat yang nggak pernah bisa saya pastikan kapan dan dimananya.

Saat ini saya di bawa ke Bandung, 6 tahun yang lalu.

Entah kenapa tiba2 aja keingetan sosok ini. Sosok yang membuat saya memutuskan untuk memulai blog ini, dan tiba2 merasa sedih2 sendiri. Nggak tau kenapa. Tapi mungkin karena bahkan sampai saat ini saya sadar bahwa ternyata dia pernah punya arti yang sangat besar untuk saya, bahkan sampai saat ini, dan sebaliknya, saya nggak yakin saya punya arti yang cukup besar untuk dia. Ah intinya, kayanya saya lagi kangen aja ama dia.

Kalau ditanya, apakah saya masih punya perasaan sama dia? Saya bisa jawab, NGGAK. Tapi kadang2 suka muncul tenggelam dalam diri saya sebuah perasaan tanpa bentuk dan tak terdefinisi. Mungkin Nabsu. Hahahahaha…

Now, kenapa dia, dan kenapa hujan? Karena waktu itu kami paling sering bertemu di kala hujan. As simple as that. tapi ternyata hal yang segitu simplenya, bisa berbekas sedemikian lama. Bagi saya, offcourse. Belom tentu bagi dia. (Aihhh petetik amat sih looooo?!)

Tapi there is no way saya akan mengakui ini semua ke dia. Harga diri saya terlalu tinggi! Gengsi saya tidak akan sanggup menghadapi ringisan kemenangan menghiasi wajahnya demi mendengar berita memalukan ini.

Mungkin hanya satu-dua bulan waktu yang saya habiskan bersamanya waktu itu. Tapi sangat berkualitas. Those pillow talks dari malam sampai pagi. Pagi sampai malam. Hal2 nggak penting tapi penting. Flirting2 tolol yang bikin saya ngerasa istimewa. Padahal dia paling pelit memuji saya. Entahlah. Semacam pengakuan kekalahan baginya jika ia harus memuji saya.

Dan sekarang, saya merasa bener2 sangat2 ingin ketemu, menikmati bercangkir2 kopi, berbatang rokok, banyak bentuk senyum dan berjam2 obrolan nggak penting itu lagi bersamanya. Kadang saya berharap saya menjadi sebuah phase penting dalam hidupnya. Walaupun itu tidak akan berpengaruh apapun bagi saya ataupun dia. Saya berharap ada secuil tulisan yang dibuatnya khusus untuk saya. Saya berharap ada lagu tertentu yang dedikasikan buat saya. Intinya, saya ingin menjadi masa lalu yang terpatri di ingatannya. Tapi sepertinya saya memang nggak sepenting itu. Saya hanya numpang lewat. Sama seperti 253 perempuan lainnya.

Halah… kok ya tiba2 ngerasa kaya gini. Mungkin saya sedang kangen pada rasa sakit yang nggak lagi saya rasakan dalam 2 tahun belakangan ini. Saya memang masochist. Saya emang lebay.

Dan buat kamu, kalau kamu berhasil menemukan blog saya ini, lets have those cups of coffee. Or not. πŸ™‚

Advertisements

3 Comments

Filed under iseng2, mumbling, Uncategorized

3 responses to “Lagi L3b4y

  1. Eru

    Mungkin dirimu menikmati dramanya neng? *dilempar*

    Ah saya juga punya sih orang yang saya ingat kala hujan, perjumpaan yang bentar tapi dalem 😐

    Anyhoo, ngomongin hal yang masi nyambung ma topik. Di bali panas mulu nih.. mungkin perlu pindah kesini biar ga gloomyu-kala-ujan? *smirk*

  2. rasa2nya kaya dejavu sama kelebay-an mu di waktu hujan…
    bukannya dulu banget pernah nulis pada saat hujan dipinggir jendela sambil ngerokok??

    apa gue salah orang yah? udah lama ga kesini tau2 sok2 dejavu…

  3. eve

    lha woelaaaaaaaaaank tumben mampir… ngupi kitaaa? buihihuhihihu… weehh tulisan gw mah slalu di warnai hujan, jendela, rokok dan minuman. udah pastiii

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s