life is life – whether in a cat, or dog or man.

Salah satu tag yang pernah saya kerjain jaman dulu, 7 things that i approve, dimana saya menulis bahwa saya sangat menginginkan ada shelter atau tempat penampungan untuk binatang2 terlantar ataupun binatang2 yang terluka. Specially dogs and cats, my favorite pets, yang terlihat semakin banyak terlunta2 di jalanan Jakarta ini. Di bawah jembatan, daerah pemukiman bahkan di sela2 lekak-lekuk gedung2 tinggi perkantoran Ibukota. Setiap melihat kucing kecil yang terseok2 kelaparan atau terluka, hati saya selalu miris. Rasanya ingin saya rengkuh dan saya bawa pulang untuk saya pelihara. Tapi apa daya, kos tempat saya tinggal tidak memperbolehkan adanya binatang peliharaan.

Ketika suatu kali saya mendengar berita bahwa akan ada razia anjing dan kucing liar di Jakarta, saya merasa sedikit miris. Apa yang akan dilakukan pada anjing dan kucing liar yang terjaring razia? Sempat terdengar kabar bahwa mereka akan disuntik mati. Saya bahkan sempat membaca berita bahwa pemerintah mulai menyuntik mati anjing2 liar di bali dan NTT, dengan alasan anjing2 tersebut terjangkit rabies. Sedangkan untuk Jakarta, dikarenakan sudah terlalu banyak jumlah anjing dan kucing liar. Saya bahkan tidak sanggup meneruskan membaca berita tersebut. Belakangan saya mendengar berita yang melegakan bahwa ternyata kucing dan anjing liar yang terjaring razia tak akan disuntik mati, melainkan hanya akan disterilisasi. Untuk kipling berita selengkapnya bisa dilihat di sini.

Kalau menonton Animal Planet, saya suka ngiri. Kenapa di Indonesia yang mengaku sebagai masyarakat yang penuh kasih dan berbudaya, malahan terjadi banyak sekali animal abuse dan animal cruelty? Coba lihat ke sekeliling kamu. Berapa kali kamu melihat seekor kucing yang ditendang keras2 oleh seseorang, hanya karena berusaha mencomoti remahan nasi yang jatuh dibawah meja orang itu? Hey, you’re not gonna eat that anymore, anyway. Just leave the cat alone. Dia nggak akan tiba2 nyakara atau gigit kamu kok. Atau berapa kejadian doggy peliharaan kamu ditemukan didepan rumah, terkapar dengan mulut berbusa, serta disampingnya terdapat seonggok makanan yang sudah diasupi racun tikus. Atau pernahkah kamu melihat seekor anjing/kucing liar yang dijadikan target untuk latihan tembak manusia2 yang nggak manusiawi, menggunakan senapan angin baru mereka? Saya pernah. Dan rasanya waktu itu saya ingin merebut senapan itu, dan menembakkannya pada mereka. Supaya mereka bisa merasakan sendiri betapa menyakitkannya ditembak. Tapi akhirnya saya hanya berteriak2 protes yang hanya mengundang tawa mereka.

Berawal dari situ pulalah, saya mendamba adanya animal shelter whatsoever yang mau at least membantu binatang2 malang yang terlantar. Sempat saya tulis di plurk, kalau saja saya punya uang yang banyak, saya ingin membuat shelter tempat menaungi binatang2 tersebut. Membuat suatu organisasi untuk mencarikan rumah yang layak dan keluarga yang mencintai mereka. Dan informasi itu diberikan oleh Therry.  Seorang yang juga mencintai anjing. Dan semalam saya mendaftarkan diri saya di www.animalwelfare.com, blank nggak tau bisa berkontribusi seperti apa, mengingat  banyak sekali keterbatasan yang saya miliki. Yet somehow, saya ingin terlibat. Jadi, mungkin dengan menulis di blog seperti ini, menyebarkan cerita bahwa betapa binatang, walaupun mereka bukan manusia, mereka layak diperlakukan dengan manusiawi.

Kalau kamu juga peduli, ceritakan kembali kepada siapapun yang bersedia mendengar, dan tuliskan kembali kepada siapapun yang bersedia membaca tentang betapa kekejaman terhadap binatang tidak seharusnya menjadi culture kita. Setiap mahluk hidup layak hidup. Dan setiap mahluk hidup, layak hidup dengan baik.

Stop Animal Abuse

Silahkan kalau ada yang mau meng-copy dan memasang banner diatas. Jangan bilang kamu peduli, kalau kamu tidak melakukan apa-apa. Minimal dengan berkampanye stop animal abuse and animal cruelty, kamu sudah membantu mengurangi animal abuse itu sendiri.

Advertisements

12 Comments

Filed under animal, animal welfare, some thoughts

12 responses to “life is life – whether in a cat, or dog or man.

  1. Eru

    Mending di suntik mati, di Bali sih dipukulin ampe mati.. that’s a painful death, karena banyak orang yang meninggal karena anjing rabies.

    But yaah..
    This is Indonesia, dimana orang-orang masi kelaparan dan masi banyak yang diperlakukan kaya binatang juga.. (remember our goverment?), so manusia masi mikir diri sendiri kali ya?

    Stop animal abuse indeed!

  2. stidaknya binaang cuma mengambil dari dunia apa yg mereka perlu, sedangkan kita manusia ini ingin mengambil lebih dari apa yg dunia ini bisa tawarkan.
    mungkin kita prlu blajar dari binatang

  3. .
    Lhah….
    Gimana yah….

    Pemerentahnya ajah masih kesulitan ngasih makan rakyatnya…

    Rasanya kok masih sulit kalo ngarepin mbikin shelter buat anjing sama kucing.

    Mendingan mbikin shelter buat gembel dulu kali, yah…???
    :mrgreen:

  4. notiden

    blog walking, nice 🙂

  5. Tadi pagi pas berangkat kantor, nglindes anjing di jalan. Untung masih hidup dan bisa lari ngilang tunggang langgang. Agak merasa bersalah sih … But apa boleh buat gak keliatan.
    🙂

  6. laah..eve..lha wong orang aja blom bisa diurus kok binatang..sigh..

  7. babe | goth

    hai hai … kemana ajah eve?
    ur blog is getting better and better yes ;p luv it

  8. kekejaman binatang sekarang ini emang jadi hal lumrah banget.. contohnya binatang biasa jadi binatang percobaan, penyakit dikasih ke mereka, kan kesian tuh..

  9. Lahhhh… anak kecil yang kelaparan masih banyak banget eve… gimana bangsa ini mo peduli sama anjing ama binatang… rasanya impossible…

    anyway… I’m back… duh seneng rasanya bisa baca blog loe lagi. Aku baru keluar dari RS, bolak balik dirawat, rasanya melelahkan sekali… Skarang dah dirumah, semoga untuk seterusnya dirumah 🙂

    Anyway… apa khabar eve?… udah terima email gue belum ?

  10. eve

    @silly : cintah… gimana? udah enakan tapinya? Jangan stress2 ya bo. Be strong! And everything will be fine eventually. Email? Belom bok. lo kirim kemana? ke callmeeve@gmail.com ya bo…

    @all : emang paling gampang ngomong “yah gimana ya, manusianya aja makan susah, gimana mo mikirin binatang?”. Well, gimana dengan kalian yang makannya udah ga susah? Mo McD tinggal 14045. Mau pizza tinggal tlp. Mau ikan bakar tinggal ke babe Lili? Apa kalian mikirin binatang? atau kalian cuman making excuses like above? Manusia aja makan susah…etc etc? At least gw memilih untuk do something. Walaupun mungkin ga banyak pengaruhnya di tengah2 manusia2 yang ignorance itu. Tapi gw memutuskan untuk tidak hanya bikin excuses. tapi do something. Mereka juga mahluk hidup. Mereka bisa ngerasain sakit. Mereka bisa ngerasain panasnya api-saat mereka di bakar hidup2 (ini serius. ada anjing di shelter pondok pengayom satwa di ragunan yang sampe saat ini masih trauma, setelah hampir setaon, ga brani deket manusia hanya karena ada manusia iseng, entah iseng entah emang jahat, yang ngebakar dia hidup2 for no reason!. Ada kucing yang harus rela salah satu kakinya di amputasi, karena salah satu manusia yang katanya punya akal, pikiran dan perasaan itu, iseng2 ngiket kakinya dengan karet atau apa, sampai dagingnya membusuk dan hanya bisa di seret2 kemana2. Kalo nggak segera di amputasi, bisa2 kucingnya yang mati infeksi.), mereka juga bisa ngerasain sakitnya dipukul, di sayat, disirem air panas, sama seperti mereka bisa juga ngerasain kasih sayang, senengnya saat dibelai, asiknya saat dimandiin. Show them that you care, they will show you what loyalty really means.
    Jangan ngomongin ayam dan sapi yang kita makan. Mereka mati for purpose. Bikin kita sehat kan? Bukannya jadi projek iseng2 belaka di abuse tanpa ampun.

  11. kemaren sabtu pas jalan2 di Ciwalk malah sempet ditawarin, mbak’ mau jadi sukarelawan greenpeace’?! hehehe

    ga mau komen banyak, tapi mbak eve, after baca blog ini, jadi tersadar kembali kesadaran saya yg lama2 hilang (maksudnya care with the animal/no animal abuse yah) XD

    nanti klo jeng eve berhasil bikin shelter kabarin yah siapa tau saya mau jadi relawan 🙂

  12. aw jeng eve ‘peyuk peyuk’ ternyata dirimu secorang pecinta binatang toh.

    Memang agak susah jeng kalau memikirkan animal wefare mengingat permasalahan human welfare aja masih banyak.

    Mari kita awali perubahan ini dengan menyayangi mereka mulai dari diri kita sendiri. ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s