anonymity

Dari Wikipedia,

Anonymity is derived from the Greek word ανωνυμία, meaning “without a name” or “namelessness”. In colloquial use, the term typically refers to a person, and often means that the personal identity, or personally identifiable information of that person is not known.

Talking about anonymity, from my point of view:

  • Anonymous is devoid of humanity, morality, pity, and mercy.
  • Anonymous cannot be harmed, no matter how many Anonymous may fall in battle.
  • Anonymous doesn’t fall in battle, anyway.
  • Anonymous only undertakes Silly Serious Business.
  • Anonymous is everyone
  • Anonymous is everywhere.
  • Anonymous is a hydra, constantly moving, constantly changing. Remove one head, and ten replace it.
  • Anonymous reinforces its ranks exponentially at need.
  • Anonymous has no weakness or flaw.
  • Anonymous exploits all weaknesses and flaws.
  • Anonymous doesn’t have a family or friends.
  • Anonymous is your family and friends.
  • Anonymous has no identity.
  • Anonymous cannot be betrayed.
  • Anonymous is humanity.
  • Anonymous are created as equals.
  • Anonymous is a choice.
  • Anonymous is an unstoppable force.
  • If Anonymous must have a name, his name is Eve.
  • Anonymous obeys the Code.
  • Anonymous is a religion.
  • Anonymous is one human right.
  • Anonymity should be respected
  • Anonymous could not be hurt.
  • Anonymous is harmless.
  • Anonymous is anything you want it to be
  • Anonymous lives only in you imagination.

Belakangan saya mendapatkan beberapa pertanyaan2 tentang anonymity saya. Mulai ada yang bertanya tentang identitas asli saya. Nama asli saya. Pekerjaan bahkan gedung tempat kerja saya. Dan akhirnya, pertanyaan yang tak dapat dihindari adalah “Kenapa sih anonymous?”. Jawaban saya cukup simple, “Because I can!” Hahahahaha.

Anonymity adalah pilihan, yang boleh dilakukan oleh semua orang hanya karena mereka bisa. Tentu, diharapkan tidak untuk hal2 negatif, seperti mencerca dan mencaci orang lain. Dengan kata lain Cowardness. Saya selalu benci dengan orang2 yang menggunakan “anonymous” sebagai identitas saat mengkritik, mencerca ataupun mencaci orang lain.

Saya memulai blog anonymous ini tahun 2004. Saat itu saya punya 1 blog dengan identitas asli saya. Dengan gaya tulisan yang jauh berbeda. Casual, humorous, dan menceritakan tentang sisi positif saya. Sisi riang saya. Sampai suatu saat, sisi gelap saya memberontak. Ingin bercerita pada dunia. Mengungkapkan kenegatifan saya. Menceritakan tentang kegelapan saya. Sesuatu yang tidak terlalu sering saya umbar kepada teman2 saya, karena saya pikir mereka tak akan mengerti. Kemudian saya memutuskan untuk membuat satu blogger, dengan nama samaran, dan bahkan saya tidak akan berkeliaran diantara blog orang2 yang saya kenal. Try to meet total strangers. Mencari objectivitas. Tentu saja, ada beberapa sahabat yang tau tentang blog saya yang baru ini. Saat itu, saya menyebutnya “Alterego”.

Poison Ivy saya pilih sebagai nickname saya. Why Poison Ivy? Karena Poison Ivy adalah tanaman hias, yang bisa memperindah kebun seseorang, sekaligus bisa membuatnya celaka. Getahnya mengandung racun yang tidak akan membunuh manusia, tapi bisa membuat kulit  manusia jadi iritasi dan gatal2. Mungkin begitulah saya melihat sisi gelap saya. Tidak membunuh, tapi cukup membahayakan. Dan mengganggu tentunya. 😀

Tulisan saya saat itu begitu penuh dengan kemarahan, patah hati, kesakitan, satire, dan segudang kualitas gelap lainnya. Segala caci maki terhadap society. Kemarahan pada dunia. Pemujaan terhadap “Grim” sang pencabut nyawa. Ya, dulu saya adalah seorang yang terobsesi pada kematian. I still am. Menganggap kematian adalah suatu awal dari kehidupan yang lebih baik. Sesuatu yang seharusnya dinikmati, dan bukannya ditakuti. Karenanya saya begitu menggila2i The Misfits, sebuah band paling romantis yang pernah ada. Tulisan2 itu bagi saya adalah sebuah monumen pemberontakan terhadap generalisasi dunia. Keseragaman yang tidak pada tempatnya. Sebuah harga mati tentang perbedaan dan keunikan semua orang.

Anonymity buat saya adalah suatu tempat perlindungan. Tameng dari segala apapun yang menghadang saya. Tameng dari adanya kemungkinan orang lain (yang saya kenal ataupun tidak) untuk bisa menyakiti saya, begitu juga sebagai tameng dari adanya kemungkinan saya akan menyakiti orang lain (yang saya kenal ataupun tidak). Sebuah wadah dimana saya bisa bertutur tanpa ada keragu2an. Bercerita tentang hal yang saya sukai dan tidak saya sukai. Tanpa melalui proses sensor ataupun editing. Berharap yang saya tulis tidak akan menyakiti siapapun, karena toh, HEY! Kalian tidak kenal saya. Kenapa harus sakit hati pada orang yang tidak kalian kenal, kan? Itu logika saya. Dan berlaku juga sebaliknya. Sedangkan untuk orang2 yang mengenal saya di luar sana, saya tidak perlu cemas bila suatu saat mereka iseng, menggoogle nama saya, dan menemukan sebuah halaman yang penuh berisi tulisan tentang kemaksiatan. Coba kalau ayah saya yang pecinta speedy itu melakukannya. Saya yakin oprasi jantungnya beberapa bulan lalu tidak akan cukup untuk mencegahnya mengalami serangan jantung demi melihat tulisan putrinya yang seperti ini. Hahahahaha….

Seiring berjalannya waktu, dan 4 tahun bukanlah waktu yang sedikit, saya mulai mendapatkan teman2 baru dari blog ini. Teman2 yang dengan lantang dan berani bisa saya sebut sebagai sahabat. Sahabat sejati yang bahkan tidak perlu mengetahui detail tentang saya, tapi justru paling mengenal saya dengan sangat mendalam. Dan untuk mereka, saya ucapkan terimakasih atas persahabatan ini. Seiring berjalannya waktu pula, saya mulai belajar lebih banyak. Bahwa ada hal2 yang lebih penting daripada kemarahan pada dunia. Lebih penting dari pada nongkrong2 setiap malam minggu sambil mendengarkan seluruh koleksi CD morrisey saya. Hal2 yang lebih penting dari ego saya. Dan saya mulai belajar bahwa anonymity tidak selalu cukup untuk menjaga diri saya dari tersakiti dan menyakiti. Tapi bagaimanapun 1 hal yang masih saya pegang teguh, yaitu anonymity bisa membantu saya untuk tetap bisa menulis apa saja yang saya suka dan tidak suka. Menulis semua yang ada di pikiran saya. Tentu saja, dengan cara yang lebih bijaksana. Setidaknya, saya berharap bisa menulis dengan lebih bijaksana. May God help me.

Lalu, bagaimana saya bisa melakukannya dengan begitu rapi? Saya selalu punya 2 acccount! Apa saja. Friendster, email, YM, plurk, twitter, apa saja. Kalaupun ada orang2 yang iseng menggoogle saya (and God Bless You, Ben! :D), hanya dengan segala clue yang didapat dari blog ini, orang itu hanya akan dihadapkan pada jalan buntu berikutnya. Saya hidup terpisah dengan main character saya. Terpisah sangat jauh. Saya hanyalah alterego yang mencoba hidup sendiri di dunianya sendiri. Dunia maya. Ya, saya sadar bahwa saya jadi terlihat sedikit obsesif mengenai hal ini. But hey… its my choise, and i like doing it! Mungkin benar kata Hercule Poirot, “Buatlah orang-orang berbicara, maka dari pembicaraan itu akan muncul petunjuk-petunjuk yang tanpa sadar diutarakan oleh si pelaku…”.  Tapi saya hanya membicarakan hal2 yang saya anggap tidak akan membahayakan anonymity saya.  Selebihnya saya simpan rapat2. Tidak berbohong, hanya tidak dengan suka rela memberikan informasi. Atau plainly tidak menjawab pertanyaan yang diajukan. Selain itu, saya punya sahabat2 yang sangat bisa dipercaya (terimakasih untuk mereka), yang dengan senantiasa selalu ada untuk saya, dan selalu dengan senang hati menutup mulut mereka untuk saya. I do love them. *hugs! Starbucks, everyone? :D*

Bagaimanapun, saya tergoda untuk sedikit membeberkan fakta tentang diri saya di sini. Mungkin ada beberapa dari kalian yang mengira saya cantik, *gr mintak digantung!* well, jawabannya adalah: tidak. Saya tidak cantik. Saya tidak keren, tidak langsing seperti model dan tidak putih seperti bintang iklan ponds. Secara fisik, sama sekali tidak ada yang menarik tentang saya. Saya adalah jenis perempuan yang kalau kamu temui dijalan, tidak akan membuat kamu repot2 menengokkan kepala 2 kali, checking me out. Orang yang dengan mudahnya akan terlupakan. Orang yang hanya kamu salami sekali, tanpa sedikitpun repot2 menanyakan ulang nama saya, karena akan segera kamu lupakan sebelum kamu menyebutkan kata “hallo”. I am a nobody. At all. Personality saya, biasa2 saja. Tidak ada yang menarik, tidak ada yang istimewa. Bahkan cenderung membosankan. Bukan termasuk orang yang biasa mendapat predikat “sangat baiiiiik *dengan 5 huruf i*,  ataupun “sangat lucuuuuu” *dengan 5 huruf u*, atau apapun. Saya biasa2 saja. Saya bukan orang yang hebat dengan ide2 briliant, karena seperti yang pernah saya tuliskan sebelumnya, saya bukanlah seorang pencipta. Saya adalah pengedit. Dan saya bangga akan hal itu. Otak sayapun cenderung biasa2 saja. Bukan seorang jenius, ataupun orang dengan wawasan “wikipedia” berjalan, seperti yang dimiliki beberapa orang yang saya kenal. 😀 Saya masih suka nanya ini-itu ke orang lain. Sebagian besar adalah pertanyaan2 tolol, yang mampu membuat orang mengangkat alis sambil mikir,  “Ih Kamsepungse banget deh!” (Iya iya cuuyy… gue nanya “OOT itu apa” ama elo! Tah! Gue tulis duluan kan, sebelom lo melancarkan rencana jahat lo itu!). Dan jelas, saya bukanlah orang kaya. Come on… Gaji saya hanya sedikit diatas UMR. Why do you think i still take Ojek to everywhere? Dan apapun yang kamu dengar di luaran sana, saya ingin mengklarifikasikan bahwa saya bukanlah gadis model dari Bandung, ataupun Pengacara Batak terkenal. Hoax! (Damn you, Bub and your gossips!)

So, if you find yourself attracted whatsoever to me, remember, you’re only attracted whatsoever to someone in your imagination. I just happened to be a goddamn good image maker! 😀

Tapi ya, itu mata saya, dan itu dada saya. Hahahahahahahaha…. *tetep narsis*

Jadi, seperti yg sudah saya tulis diatas, anonymity adalah pilihan. Dan saya memilih menggunakannya. Untuk itu, saya berharap anonimitas ini dihargai dan dihormati. Walaupun saya selalu mendapat pernyataan2 yang bikin ngakak seperti “nggak adil lo! Lo tau semua tentang gue, tapi gue ga tau tentang lo sama sekali!” Pilihan, my friend. Semua itu pilihan. Kamu memilih untuk meletakkan identitas asli kamu di sana, sedangkan saya tidak. Dan seharusnya kita saling menghormati pilihan kita masing2. Apalah arti sebuah nama? Hanya hal2 terkecil dari diri saya yang kalian tidak tahu. Segala hal yang paling dalam dari diri sayalah yang justru saya beberkan. Dengan begitu, saya pikir hal kecil seperti “Nama” bukanlah hal yang sebegitu pentingnya lagi. Seperti kata shakespeare,

” What’s in a name? that which we call a rose, By any other name would smell as sweet;”

So, let me ask you this, wouldn’t  it  be nice, being friends for the sake of being friends its self?

Tapi tenang saja. Someday I will reveal my self. But then, I have to kill you all people. Hahahahaha
Or I will plainly close the blog.

Now, Go and have a wonderful long weekend. 🙂

Advertisements

15 Comments

Filed under iseng2, mumbling, some thoughts

15 responses to “anonymity

  1. saya setuju kematian adalah suatu awal dari kehidupan yang lebih baik. Sesuatu yang seharusnya dinikmati, dan bukannya ditakuti dan membawa “bekal” yang cukup 😀

  2. Eru

    kaya Wikipedia? masa itu dowank, aspek lainnya mana
    *dikasi mala nuntut *

    * Mendengar genderang Anonim di kejauhan *

    Anonim itu sah-sah aja lah,
    kaya mahkluk khayalan yang bersisi gelap disini…
    karena dirimu cuma bayangan gelap yang berontak untuk keluar,

    unreal yet so real of course (Surreal?)

    cuma yang gw tahu, bayangan itu ada karena ada cahaya

    The darker the shadow, the brighter the light to preserve it,
    they’re just cursed, that’s all

    Ngomong apa sih gw… OOT >_<

  3. eve

    so, what if i am the kind of dark dark dark darkest shadow?

    btw, elo emang kaya wikipedia berjalan, selain teman yang menyenangkan dan lelaki hobi bully2!

  4. eve

    iya nih.. hehehe kan dah gw bilang gw plainly mbosenin 😀

  5. eve

    Iya… dan gw tetep bertanya2 chill, bekal nasi kotak ama teh botol cukup ga? *ditampar achill*

  6. Eve ini beberapa pendapatku tentang ur anonimity:

    1. Sometimes dengan anonimity kita malah bisa jadi ‘be ourself’, outspoken, bebas dan tanpa takut.
    2. Dengan anonimity, kulit atau pembungkus, hilang. Akses langsung ke who you are.
    3. Kehidupan nyata malah kadang terkungkung, terbatas karena fisik dan hal-hal lahiriah.

    Anonimity is good for your. Keep doing it, and keep being who you are … No matter outrages, no matter outspoken, … Just be yourself …

    Please don’t say hal-hal yang membuat diri u down. Tidak cantik, tidak menarik, dsb. Yap. memang ada cowok yang mengharap sesuatu, but …

    Menjadi cantik fisik itu anugrah Tuhan.
    Menjadi menarik dan menyenangkan itu pilihan.

    Menjadi bayi dan dilahirkan itu kehendak Tuhan.
    Menjadi Bahagia atau Sedih itu pilihan.

    ” What’s in a name? that which we call a rose, By any other name would smell as sweet;”

    Beautiful Quote … Read my Email
    🙂

  7. eve

    I will ben 😀 thanks 🙂

  8. So how can one introduce herself to an anonymous character then? If I may so humbly ask?

  9. anonymity?? Wise enough?

    Statistik cyber crime di Indo masih sangat gede, dan banyak yang di blacklist.

    Ngerusak nikmat ber-anonymity aja tuh 😡

  10. ali

    yang anonim yang bikin penasaran….

  11. hanya orang waras seperti kita yang tidak pernah usil menanyakan sesuatu yang orang lain tidak ingin menjawabnya, cuy! hoehoehoehoehoe..

  12. salam anonimus (atau anonimia ya…?) deh mbak

  13. nairasmile

    wahh…justru saya kesini karena anonimitynya eve… soalnya eve kl nulis blak2an… *eh nyambung ga ya*

    ya pokoknya emang lebih enak nulis kl anonim sih… kl sayah mah… ga bisa euy..dah pada tau.. hehehe 🙂 *someday meureun*

  14. scaredddddd….
    hahaha
    nevertheless love the way you write. Honest and blunt
    me on the other hand. Don’t care. I am extrovert

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s