kram otak

Ah shoot! Bosannya. Kreatifitas mati. Matahari itu bersinar terlalu terang. Dikirannya mataku ini terbuat dari kaca film? Jamiroquai dengan Canned Heat-nya hanya membantu membuat anggukan kepalaku berirama. Hanya itu. Selebihnya sel-sel tubuhku tidak bergerak. Tidak benar-benar hidup. Harusnya hidup itu lebih daripada ini. Pasti ada sesuatu yang tersembunyi. Sesuatu yang terlewatkan. Di suatu tempat, di suatu masa. Hanya saja tak pernah kutemui. Pada siapa kubisa bertanya? Di sekelilingku hanya ada kumpulan sel mati yang menganga menghadap pada radiasi otak tingkat tinggi. Mereka semua meleleh tersengat matahari. Merekapun melewatkan apa yang kulewatkan. Tapi setidaknya anggukan kepala mereka seirama. Mungkin bagi mereka hidup adalah hidup. Tidak ada yang lebih.

Kram otak. Itu kata-katanya. Di sana-sini hanya ada bunyi kriuk-kriuk yang terdengar. Seperti sejuta orang menggigit kerupuk Bandung bersamaan. Aku yakin itu hanyalah amoeba mengamuk yang bergerak dalam darah mengelilingi setiap nano-meter nadiku. Nadinya juga. Ah, seharusnya hidup lebih daripada ini.

Orang bilang aku ular. Jadi seharusnya aku pintar. Tapi tak ada satupun yang kulakukan keluar dari otak. Mungkin karena otakku enggan hidup. Mungkin sudah waktunya menyambangi nirwana-nirwana berkadar alkohol 43%, terlena dan terhanyut. Atau beberapa kepulan asap surgawi yang bisa menunjukkan padaku, bahwa hidup seharusnya lebih daripada sekumpulan titik hitam yang bergerak random ke segala arah. Aku harus menitis menjadi Jimmy Hendrix! Di kehidupan lain!

Aku ini bukan orang yang bahagia. Tidak ada orang yang bahagia. Kalau mereka bahagia, mereka akan mati! Sama seperti lebah jantan yang mati setelah kawin. Mungkin aku harus bertanya tentang kebahagiaan kepada Chris Gardner. Karena aku akan berhenti mengejarnya. Melelahkan.

Jadi mari hidup, sebelum semua belatung itu memakan habis kehidupan!

Advertisements

10 Comments

Filed under iseng2, mumbling, penat, some thoughts

10 responses to “kram otak

  1. jika hidup membosankan dan bikin kram otak,lalu?

  2. Ular? kamu bukan ular,
    kamu korban bisikan ular 😀

    BTW fotonya kram otak kok megang perut?
    apa otak ada di…. ng… *tidak berani melanjutkan*

    Yo’a,
    mari hidup,
    menikmatinya,
    and kick some ass !

  3. Hm … Fotonya itu lho …
    Siapa ya … ? Damn, bodynya gue banget …

    Eve kah ?
    Bintang sinetron barukah ?
    Model FHM kah ?
    atau ….

    ARRRGGGGHHHHHHHH ….

    SADAKO …

  4. Arya H Vardhana

    kram? mbok ya diblonyoh aja to..

  5. “Kalau Mereka Bahagia, mereka akan mati”
    “Lebah jantan mati setelah kawin”
    maka
    – Lebah betina nggak bahagia setelah kawin
    – Kawin nggak bikin manusia bahagia
    – Orang yang mati itu bahagia
    – Image kuburan harusnya nggak suram, coz disana terbaring orang2 yang berbahagia

    wew, nulis apa gw. kayanya gw lagi kram otak juga
    eh, itu artinya gw punya otak dong. senangnya
    wah, nggak boleh senang. ntar bisa mati. Doh

  6. ali

    huuufhh, ikutan kram otak nih…..

  7. di pijit2 otaknya biar ga kram 🙂

  8. Mari bersemangat untuk hidup, daripada hidup ini dihabiskan sama si belatung…
    Eh, yang dimaksud belatung itu siapa???
    Hmm, ternyata masih ada juga yang membawa istilah Krupuk Bandung, walaupun bukan berasal dari Bandung…

  9. suwardik

    Nice black. Just visiting.

  10. simplyrealist

    jadi kepingin nyicipin kram otak…
    vakum dari kegiatan membosankan yang disebut berpikir…
    hhmmm…it sounds good..
    Hai juga..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s