giving thanks, its not that hard :)

Ternyata menyenangkan yah kalau kita bisa membuat orang lain senang. Apalagi tanpa melakukan effort yang terlalu besar, simply hanya melakukan apa yang biasa kita lakukan. Hehehehe… Apa sih, Eve?

Ceritanya tadi pagi. Setelah bersiap2, mandi, beres2in kamar, mematut2 baju, dan siapin pernak pernik kantor, akhirnya saya siap untuk brangkat ngantor. Dan seperti biasa dengan riang gembira saya menuju ke luar gerbang kos untuk menumpang ojek ke kantor. Yap, fortunately pangkalan ojeknya ada persis di depan gerbang kosan saya. Begitu saya melongokkan setengah badan saya langsung disambut dengan teriakan2 seru para tukang ojek itu. Lalu salah satu ojek yang memang jatuh gilirannya untuk mengantar saya langsung bilang “Alhamdulillah, gue dapet penumpang.” Dan entah kenapa, saat itu juga saya merasa lighted up! Seperti segar rasanya. Padahal jarak antara kosan saya dengan kantor hanya berkisar Rp 5000, naik ojek. Tapi si bapak jeko itu mensyukuri rejekinya yang hanya 5000 rupiah saja itu. Terlebih lagi, sayalah yang menjadi perantara antara siapapun sumber rejeki itu dengan si bapak jeko.

Kenapa seneng banget sih, Eve? Gitu doang!

Ya senenglah. Karena saya sering mendapat sambutan yang berbeda dari jeko2 yang mangkal di dekat kantor saya. Biasanya kalau saya mulai berjalan ke arah pangkalan jeko di dekat kantor pada jam pulang, para tukang jeko itu seperti pura2 tidak melihat. Sampai saya harus menegor salah satu dari mereka dulu to get their attention. Dan begitu mendengar tujuan saya yang hanya 5000 rupiah away, mereka langsung main lempar2an. Bahkan ada kalanya mereka menawarkan harga yang ga masuk akal, hanya supaya saya nggak jadi menumpang ojeknya saya rasa. Saya sering kali nggak habis pikir. Mereka itu kan menjual jasa mereka untuk mengantar orang yang membutuhkan kendaraan. Tapi kok ya pilih2 sih? Kalaupun mengantar saya hanya mendapat 5000 rupiah, toh dalam 5 menit mereka sudah bisa kembali nongkrong2 di pangkalan ojek itu dan menunggu rejeki lainnya yang akan datang. Kok mereka seperti nggak menghargai rejeki yang seharusnya bisa mereka terima (berapapun itu).

Saya pikir beginilah bad habbitnya melayu ya. Suka males2an. Mau kerja hanya kalau hasilnya besar. Dan kalo udah ada hasil, nggak akan kerja lagi, sampe hasil itu abis, ludes dan kepepet.

Sekarang tau kan, betapa senang dan segar rasanya kalau apa yang kita lakukan ternyata membawa kebahagiaan yang disyukuri orang lain.

Advertisements

14 Comments

Filed under iseng2, mumbling, some thoughts

14 responses to “giving thanks, its not that hard :)

  1. Pingback: Award Season « My Name Is える

  2. ngojek sama saya gratis mbak 😀

  3. cant agree more..where are u?

  4. iya, mental melayu banget itu.

  5. Hobby ngojek jg toh mbak?..hehehehe sammmma doooong, btw TERIMAKASIH udah nulis posting ini 🙂

  6. cie… bagooss.. i like this post eve 🙂
    nice education,
    ngajarin kita dari pengalaman yang pernah dialamin hehe.. ^_^

  7. eve, lagi susah untuk bilang “terima kaish untuk selama ini” lalu pergi yah.

  8. Jika ada yg melihat kita, apakah kita juga harus mengucapkan terimakasih..??

    btw, salam kenal mbak 😉

  9. salam kenal

    semoga hari2 kamu akan menjadi lebih dan lebih baik,
    bukankah kita semua berawal dari belajar dan belajar,
    tidak ada di dunia ini yang lahir tanpa sebuah proses,
    dan seajaib apapun itu berawal dari proses.

    proses kehidupan hari yang kita jalani ini berawal dari proses berpikir dan berimajinasi kita di masa lalu.
    jikalau kehidupan kita sekarang penuh dengan keberuntungan maka bersyukulah dan terus tingkatkan.
    dan jangan berkecil hati bila kita sedang dalam sebuah dilema, semua itu bisa berubah kapan saja dan dimana saja…

    percayalah pada diri kamu sendiri
    kamu pasti bisa menjadi sangat2 di kagumi dan di cintai
    karena cinta ada di sekeliling kita.

    pertahankan rasa senang dan gembira kamu.
    semangat…

    bye
    jkt

  10. Very very good posting … Hm, insightful juga …
    Simple thing but deep …

    🙂

  11. it’s all about the presentation eve, coba kalo lo bilang “5 rebu tapi saya yang nyetir ya Bang!”

    could be different, couldnt it?

  12. maksudnya disukurin gini ya eve… “Sukurinnnn, dapa suruh gak mo narikk”… hahahahaha

    iya, melayu banget yeh kek gitu2, males banget gak sich??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s