forgive and forget. or neither.

Ada beberapa kata yang sangat sederhana, yang ternyata sangat sulit di ucapkan and mean it! Kata2 itu adalah:

  1. Tolong
  2. Terima kasih
  3. Maaf

Kata Tolong, biasa digunakan bila kita ingin meminta seseorang untuk melakukan sesuatu buat kita. Kata yang sederhana tapi memudahkan kita untuk mendapat apa yang kita mau, memberi kesan lebih sopan. Membuat orang yang melakukan sesuatu untuk kita itu merasa lebih iklas. Tidak membuat kita terlihat/terdengar bossy dan menyebalkan. Coba bandingkan, bila ada orang yang meminta kita melakukan sesuatu, “Tolong ambilkan buku itu”, terdengar lebih enak bukan dibanding dengan, “Ambilkan buku itu!” Kesannya kok kita seperti diperintah. “Emangnya gue pembantu lo?” sering kita bereaksi seperti itu. Padahal terhadap pembantupun tidak ada salahnya kita bersikap sopan dengan menggunakan kata Tolong sebagai embel2 saat kita meminta pembantu melakukan sesuatu untuk kita. Kalau kata Tolong bisa lebih memudahkan kita dan menyenangkan orang lain, kenapa begitu sulit mengucapkan kata ini?

Tau nggak, menurut kuis TOLONG, (tau kan kuis itu, yang diputer di salah satu TV suasta jaman dahulu kala itu?) di loket penjualan peron, ada 150 berbanding 1 orang yang mengucapkan Terimakasih kepada Mbak2 penjual peron. Seingat saya, sejak saya masih kecil dulu, saya selalu dibiasakan untuk mengucapkan kata ini setiap ada orang yang memberikan sesuatu atau melakukan sesuatu untuk saya. Jadi sampai setua ini, kata ini akan meluncur dari mulut saya dengan otomatis begitu ada orang yang melakukan/memberi sesuatu pada saya. Orang yang memnahan pintu lift buat saya, “Terimakasih”. Kondektur kereta membolongi tiket saya, “Terimakasih”. Mbak2 pramuniaga mencarikan ukuran celana jeans saya, walau dengan tampang masam, “Terimakasih”. Lalu pertanyaan saya, kalau dari kecil kita sudah dibiasakan untuk mengucapkan kata ini, lalu mengapa masih ada 150 orang lain yang tidak mengucapkan Terimakasih kepada si Mbak2 penjual peron? Gengsikah? Merasa tidak perlu? Toh si Mbak2 itu dibayar untuk melayani kita? Tapi kalau kata yang begitu sederhana, hanya terdiri dari 5 suku kata ini bisa mencerahkan hati seorang Mbak2 penjual peron yang paginya begitu membosankan, juga tidak merepotkan kita sama sekali, mengapa tidak diucapkan? Mungkin kita harus belajar lagi untuk lebih menghargai orang lain, apapun yang mereka lakukan pada kita.

Tapi bukan 2 kata diatas yang ingin saya kupas tuntas bahas abis. Kata terakhir inilah… Kata dengan jumlah huruf tersedikit, hanya 2 suku kata, tapi paling susah diucapkan.

Bahkan saya sendiripun kadang2 susah mengucapkan kata maaf. Entah apa yang membuatnya jadi paling sulit diucapkan. Karena dengan mengucapkan kata Maaf berarti kita harus merendahkan diri kita untuk memohon ampunan dari orang lain, atau justru karena dengan mengucapkan kata Maaf, itu berarti kita mengakui bahwa kita bersalah? Menurut saya yang kedua. Mengakui bahwa kita melakukan kesalahan bukan hal yang gampang. Memerlukan kebesaran hati yang luar biasa. Membuang ego, membiarkannya diinjak2 by membuat diri kita sebagai bahan tudingan. Sepertinya justru pengakuan bahwa kita bersalah ini jauh lebih berat daripada mengucapkan kata maaf itu sendiri. Tapi kalau ternyata kata yang cuman terdiri dari 4 huruf ini bisa membuat segalanya lebih mudah, dunia lebih damai, masalah kecil jadi hilang dan masalah besar jadi kecil, kenapa nggak diucapkan saja kata itu? Sekaligus belajar untuk mengecilkan kepala, tidak hanya berpegang pada ego, mencoba untuk lebih rendah hati.

Tapi ternyata ada hal yang bahkan lebih sulit daripada sekedar meminta maaf. Yaitu, Memaafkan. Kata ibu saya, forgive and forget adalah satu paket. “Wuk, kalau kamu maafin orang yang bersalah sama kamu, itu berarti kamu juga harus bisa ngelupain semua kesalahannya itu. Karena forgive and forget itu udah satu paket. Kalau kamu bilang kamu maafin, tapi ndak bisa ngelupain kesalahannya, itu berarti kamu belum maafin orang itu.” Jadi kalau ada orang yang bilang, “gue udah maafin dia kok, gue cuman belom bisa lupain aja perbuatan dia yang udah nyakitin gue banget itu..” then itu berarti orang itu malah sama sekali belum memaafkan. Karena begitu kita memaafkan, kita tidak lagi mengingat semua kesalahan dan kesakitan yang ditimbulkan oleh kesalahan itu. Duh saya kok muleg yah…?

Semalam, sendiri, saya jadi punya waktu untuk benar2 berpikir, merasa-rasakan, menimbang2. Bertanya2 pada diri sendiri, mengapa sampai sekarang rasa sakit itu tidak mau hilang? Mengapa setiap mengingat hal itu, saya seperti dihinggapi trauma berat. Begitu takut mendengar lagu2 yang mengingatkan pada masa itu. Mengingat kata, sebutan, nama. Tidak berani melewati jalan-jalan tertentu. Masih merasakan kesakitan yang sama, setiap melihat perempuan yang mirip dengan foto2 dikomputernya. Bahkan rasa sakit itu tidak berkurang sedikitpun. Saya bertanya pada diri sendiri. Sepertinya saya sudah memaafkannya. Tetapi kenapa sepertinya begitu susah melupakan? Masih terus teringat, dan setiap ingatan menyakitkan. Saya mulai ragu2 dengan perasaan saya. Apa benar saya sudah memaafkan? Memaafkan dan melupakan?

Mungkin saya memang belum memaafkannya. Memaafkan semua yang dia lakukan pada saya. Berusaha begitu keras untuk meninggalkan itu semua di belakang. Tapi setiap hari selalu saja ada yang membuat saya teringat padanya. Mengingat betapa brutalnya hati saya dicabik. Semuanya masih berbekas, jelas! Ah, ternyata memaafkan orang tidak semudah itu. Melepaskan dan merelakan semua yang sudah terjadi tidak begitu saja bisa dilakukan. Sungguh, saya bukan seorang pendendam. Saya hanyalah seorang yang sangat skeptis. Kalau tanpa satu kesalahan saja sudah sulit membuat saya percaya, apalagi dengan kesalahan yang berulang dan bertubi-tubi. Tapi entahlah, untuknya ini bukan kesalahan (sepertinya). Argumen yang ada hanya “kan elo tau kalo gue nggak bisa sama elo, waktu itu.”

Mungkin perlu waktu untuk memaafkan seseorang. Memaafkan dan melupakan. Saya malah bertanya2 bagaimana Jeng Ini melakukannya. Padahal apa yang dilakukan padanya sepertinya lebih berat daripada yang saya alami. Kemudian saya juga bertanya2, apakah Ibu Ini sudah bisa memaafkan dan melupakan? Ataukah dia masih ada di tempat yang sama dengannya beberapa waktu yang lalu? Masih di tempat yang sama dengan saya?

Lalu bagaimana saya mau memaafkan, kalau kata maaf itu tidak pernah terucap? Masing2 merasa tidak bersalah. Masing2 merasa sebagai korban. Entah korban siapa. Mungkin orang akan bilang “memaafkan, tidak perlu menunggu sampai orangnya meminta maaf pada kita.” Tapi mungkin dengan adanya kata Maaf, semua ini akan jadi sedikit lebih ringan. Memaafkan akan jadi sedikit lebih mudah. Mungkin kata maaf akan cukup membantu. Tapi seperti yang tadi saya bilang, mungkin ini bukan kesalahan. Saya sudah diberitahu tahu dari awal bahwa memang beginilah seharusnya. Bahwa dia tidak bisa dengan saya. Jadi seharusnya ini pilihan saya untuk tetap menjalaninya. Jadi mungkin ini memang kesalahan saya sendiri. Jadi kenapa harus ada kata maaf? Apa yang harus di maafkan? Mungkin satu2nya orang yang harus dimaafkan adalah diri saya sendiri.

Pheew… padahal memaafkan diri sendiri itu lebih sulit lagi daripada memaafkan orang lain.

Advertisements

15 Comments

Filed under mumbling, some thoughts

15 responses to “forgive and forget. or neither.

  1. Sedangkan gw adalah orang yang terlalu mudah minta maaf sampe-sampe ga dipercaya lagi hehehe. Btw, komentar lu di blog gw ekonomis banget ya eve.. hihihihihi

  2. eve

    itu pahe bok.. hehehehe…

    Komen pahe 1 : 3 kata 1 harga
    Komen pahe 2 : 4 kata 1 harga
    Komen pahe 3 : 6 kata 2 harga
    Komen pahe 4 : …

    Bok.. ini apa sih?

  3. Tolong itu mudah…
    1. Tolong dong.. beliin gua jam tag heuer
    2. Tolong dong.. sepatu gua udah jelek nih. Bisa beliin yang baru ga?
    3. Tolong dong.. gua pengen ke Thailand. Bisa bayarin gua tiket pp gak?
    4. Tolong dong.. gua udah bosen sama rumah gua. Pengennya sih apartment. Tapi kalo gak bisa ya gak papa sih.. tapi tolong diusahain ya…
    Maaf ya udah ngerepotin elo. Terima kasih bangeettt..

  4. just try to forgive it, but not to forget, so we can learn from the past.. 😀

  5. gw?gw blm yakin sekarang ini, episode yg gw jalanin ini hasil dr gw memaafkan krn deep inside i know i’m not forgiving him, apalagi forgetting. Mungkin yg bikin susah karena scar yg ditinggalin itu lebih bernanah ketimbang sekedar gw ditabrak en jadi lecet dimana2. Lagipula kita bicara ttg luka dibagian paling ga boleh luka, di hati, bagian tubuh yg begitu kena gores sedikit saja butuh waktu yg amat sangat lama dan butuh banyak hal buat menyembuhkannya. Tapi ya itu eve, mungkin gw memang terlalu bodoh dan bersedia mengambil resiko untuk tergores lagi.My point is, maaf itu gampang diucapin tapi susah dilakukan. Apalagi term ‘forgive and forget’, lebih susah kuadrat!!

  6. edy

    maaf, blom kenal tapi udah minta macem-macem
    bisa minta tolong untuk seting RSS-nya jadi full? biar lebih mudah baca dari reader. ada di desbot> settings> reading> show feed: full text. terima kasih.

  7. eve

    @priampuan : waaaa DZIGH!
    @thesunan : sedang di coba ya kakang prabu. hehehehe
    @stey : susah ya bo… mungkin solusinya ya walk away 🙂
    @edy : its done. Selamat menikmati caramel macchiatonya 🙂

  8. Eru

    ~ Forgive but not Forgotten ~

    Hmm…
    setidaknya uda Forgive lah…
    kalo Forget mo gimana….
    paku yang uda ditancepin kalo dicabut lagi
    lubangnya masi ada disana…

    Tapi lama2
    ~ I think… sakitnya jadi Numb juga kowk 😀

  9. Eve… loe tahu gak…. Gue online di artikel ini dari semalam…. Gue gak menemukan kata yg pas untuk ngungkapin soal forfive and forget ini…

    Tiap nulis,… “gue udah memaafkan dia, tapi melupakan itu sulit banget…”, hmmm bener kata ibumu… ini belum memaafkan namanya, secara memaafkan itu berarti juga melupakan semua kesalahan2nya dimasa lalu….

    Tapi kadang kita emang benar2 perlu memaafkan… bukan buat si dia… tapi buat kita sendiri… gue gak tahan bok kalo ngeliat dia tadinya… tapi dengan memaafkan dia… gue dah membuat perasaan gue sendiri ringan dan tanpa beban lagi… hehehe… So… I did it for my self… 🙂

  10. eve

    tapi masih sakit ga, sil kalo pas lo inget2 yang dia lakuin ke elo? Kalo masih sakit, apakah itu berarti udah memaafkan? Melupakan sih jelas belom…

  11. yw

    betul banget tuh, kata maap emang paling susah dikeluarin, apalagi sama orang yg deket, apalagi kalo menurut kita dia yg salah tapi koq satu2nya jalan keluar yg bisa cairin suasana adalah kalo kita minta maap duluan, sekalipun itu membuat seakan2 kitalah yg terlihat or terkesan salah…
    pernah baca juga, kalo mau memaafkan ga perlu harus melupakan, namanya otak manusia ga akan bisa lupa kecuali lu amnesia, biarin seiring waktu luka itu sembuh sendiri,buka hati aje, berusaha ngelupa2in ibarat nutupin luka, emang seakan ilang tapi ga sembuh… wong sembuh aja bisa berbekas, itu namanya konsekuensi hidup… gila gue jadi curhat gini… cabut akh…

  12. cK

    beh…saya juga suka gitu. maafin kesalahan tapi gak lupa. kenapa ya? katanya saya pendendam, tapi menurut saya bukan dendam, tapi kayak ada sesuatu yang membekas. kalo dendam mah berarti saya balas perbuatan orang itu donk. 🙄

    maaf kalo komennya aneh… :mrgreen:

    maaf…

    maaf…

    maaf…

    *ditabok*

  13. OK, my POV: mengucapkan kata2 tersebut dan mean it akan MEANINGLESS tanpa ada action susulan:

    1. Tolong
    Setiap mengucapkan kata ‘tolong’ kita harus siap dengan konsekuensi memberi reward kepada orang yang kita ajak bicara. jangan cuman ‘tolong’ doang tapi gratisan. hare gene, pertolongan gratisan cuman ada di sinetron boss.

    2. Terima kasih.
    Kata ini adalah symbol reward sebagaimana dibutuhkan oleh kata ‘tolong’. tapi jangan salah ya, kata ini hanya symbol reward, bukan reward sesungguhnya. jadi kata ‘terima kasih’ harus tetap diwujudkan dalam bentuk rupiah, barang berharga, atau ciuman di kening.

    3. Maaf.
    Kata ini juga berupa symbol, pengucapan kata maaf yang benar harus diiringi dengan bentuk rupiah, barang berharga, atau kepuasan jiwa. ciuman di kening tidak cukup untuk kata maaf.

  14. achmads

    pria cenderung tidak mudah untuk memaafkan tapi mudah melupakan kesalahan pasangannya, wanita cenderung lebih mudah untuk memaafkan tetapi lebih susah untuk melupakan kesalahan pasangannya………….

  15. Hallo … mau bilang gini
    bila anda ada wkt tolong mampir ke link
    http://www.depinata.multiply.com
    Thanks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s