cara penerimaan pegawai yang benar

Pembicaraan dengan salah seorang expertist di team project saya.

Dia: Manusia tuh, kalo punya tampang mah nggak perlu make otak buat idup.
Saya : Wah, iya pak!! Makanya, Tuhan itu adil. Orang cantik slesh Ganteng biasanya agak2 lambat. *menggesturkan tanda kutib*
Dia: Nah, itu dia! Mangkanya… kenapa juga harus pusing2 make otak, mikir keras, kalo bisa jual tampang dan laku harga tinggi.
Seorang pendompleng pembicaraan (from now on will be called SPP): Iya! Biasanya orang2 bertampang, suka ga berotak!
Saya: Mungkin bukannya ga berotak ya. Cuman secara jual tampang aja udah laku, jadi akhirnya otaknya jadi ga kepake.
Dia: Semacam otak Hommer jadinya yah?
Saya+SPP: iya! Segede kacang polong!
Dia: Makanya kemaren pas recruit java programmer, semua appliancenya ga ada yang bisa java. Masalah pinter sih… yah sama2 standart semua. Jadi saya bilang ke anak buah, kamu pilih aja yang mana yang bikin kamu paling rela untuk ngajarin. Itu berarti yang Cantik kan? Jadi akhirnya, diputuskanlah, yang diterima yang Cantik. Ga terlalu pinter ga masalah lah. Orang cantik kan bisa meredam emosi jiwa. Adem gitu…
Saya: *dalam hati* Pervert!!!

Dan begitulah ternyata, sodara2, proses perekrutan karyawan yang ideal.

Advertisements

Leave a comment

Filed under mumbling

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s