“Mau” dan “Bisa”. Tipis, tapi tetap saja berbeda.

Kadang-kadang orang tercampur baur menggunakan kedua kata di atas tanpa benar-benar memikirkan artinya. Seperti kemarin ketika saya meminta tolong pada seorang teman. Saya bertanya, “Emm..mmm… eh, mau bantuin gue nggak?” Dan dia menjawab dengan pertanyaan lagi. Seperti yang biasa dilakukan semua orang “Tolong apa? Yah kalau memang gue bisa nolong…” dia membiarkan kalimatnya menggantung.

Jawaban seperti itu, bukan jawaban yang saya harapkan ketika saya minta tolong pada seseorang. Seperti, entahlah, tidak begitu berniat membantu. Dan kenapa saya bilang begitu? Karena, perhatikan pertanyaan saya, “Mau bantuin gue nggak?”! Saya menggunakan kata “Mau”. Bukan kata “Bisa”. Yang berarti, mungkin bahkan sebelum minta tolong, saya sudah memperhitungkan apakah teman saya ini bisa membantu saya atau tidak. Atau bahkan lebih mungkin lagi, saya sudah memperhitungkan bahwa teman saya inilah yang paling bisa membantu saya diantara teman saya yang lain. Yeah, nggak tau juga sih. Tapi mungkin itu sebuah jawaban dalam sebuah jawaban. Maksud? Jadi, kalau ternyata teman saya itu tidak mau membantu, dia bisa saja bilang “Wah sorry, gue nggak bisa.” Nah kan mati kutu. Hahaha..

Kata orang tua, “Kalau ada kemauan, pasti ada jalan.” Artinya mungkin sama seperti, “Asal mau, pasti bisa.” Nah kalau soal tolong menolong ini, jawaban seperti diatas hanya menunjukan kalau teman saya itu, mungkin tidak mau benar2 berusaha, bersusah-susah menolong saya.

Untuk saya, bukan result yang terpenting. Maksud? Kalaupun misalnya teman saya itu mencoba menolong saya, tapi hasilnya tidak seperti yang diharapkan, saya tetap akan menghargainya. Karena untuk saya yang terpenting adalah, dia… ada di sana saat saya sedang membutuhkan. Mencoba untuk membantu dengan segala keterbatasannya. MAU membantu dengan segala ke-tidak-BISA-annya. Memang, meminta bantuan seseorang, saya pastilah berharap pemecahan yang spektakuler atas segala permasalahan apapun yang sedang saya alami itu. Tapi terkadang, keberadaan seseorang di sebelah kamu, di saat kamu kesusahan, itu saja sudah merupakan pertolongan terbesar yang bisa kamu dapatkan.

Jadi kadang kamu nggak perlu BISA membantu seseorang. Yang penting adalah, MAU… atau tidak. Karena kalau kamu MAU, maka kamu akan mencoba sekuat tenaga, segala cara untuk membantu. Tapi kalau kamu sekedar BISA, tapi NGGAK MAU? Won’t bring you anywhere… ๐Ÿ™‚

Now i’m being such a wise ass. Hahaha… sudah terlalu lama tidak update blog ini. Bahkan sudah terlalu lama tidak menulis dimanapun. Maafkan bila tulisan saya acak adut. Ini seperti naik sepeda. Saya harus mulai belajar lagi untuk menyeimbangkan di sini dan sana. ๐Ÿ™‚

Tapi memang bener, “MAU” dan “BISA”, memang sangat tipis, tapi tetap saja berbeda.

Jadi kamu “MAU”? Atau “BISA”?

Advertisements

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s