Aku menari. Berdansa dengan kesendirianku. Larut dalam kepedihanku. Sendiri. Maka aku mendongak ke langit. Berharap bulan ada tuk menemaniku. Tapi ternyata aku harus puas hanya dengan bintang. Maka bintanglah yang menemaniku menari. Berdansa dengan segala kesakitanku. Melepaskan semua yang terasa begitu berat. Menarikan rintihan. Erangan. Jeritan. Menarikan perih. Tarian kesedihan.

Are you ready maybe are you willing to run
Are you ready to let yourself drown
Are you holding your breath
Are you ready or not

Di depanku, gulungan ombak. Sedikit demi sedikit menyentuh ujung jari kakiku. Menarikku. Mengajakku. Maka aku memejamkan mata dan menyongsongnya. Dinginnya menyayat. Melupakan sekelilingku. Hanya ada aku, ombak, bintang dan lagu ini bergema di telingaku. Lagu yang membawaku terbang di atas semua kepahitan. Bau garam memenuhi paru-paruku. Angin membelai rambutku. Dan aku berada jauh. Jauh dari segala ketakutanku. Aku berada di sebuah tempat yang tak ingin kutinggalkan.

Are you ready maybe do you long to confess
Do you feel that you’re already numb
Are you sure of yourself
Would you lie if you’re not
You tire me out don’t want to let that happen
A secret scream so loud why did you let that happen

Aku menggapai ke langit. Menarikan tarian permohonan. Permohonan atas sebuah pertolongan. Atau bawa saja aku terbang. Aku ingin berada di mana saja. Keluar dari duniaku yang hitam. Gelap dan penuh luka. Tarian penuh harapan. Harapan akan meraih bintang. Dan aku terbang. Atau tenggelam.

So put your arms around me
You let me believe that you were someone else
Cause only time can take you
So let me believe that I am someone else

Oh, biarkan… biarkan aku tenggelam. Biarkan aku pulang. Karena aku sudah lelah. Sudah merasa cukup. Rumahlah yang bisa melindungiku dari rasa sakit ini. Maka, bawa aku pulang.

Atau bawa aku ke suatu tempat. Tempat dimana hanya ada aku, dan dukaku. Biar aku bergelung dengan sunyi. Karena keramaian memekakan telingaku. Pikuk menekan dadaku. Aku tak bisa bernafas.

So put your arms around me
So put your arms around me
Make me believe
Take me, take me somewhere, somewhere
Let me believe
Cause only time can take you so stop

Pada akhirnya, hanya ada satu orang yang bisa menolongku. Membawaku ke peraduanku. Membuatku merasa tenang. Hanya satu orang pada siapa aku akan menyerahkan semua ini. Meletakkan segala kesakitan di bawah kakinya. Biarkan aku menemukannya. Dan aku akan bersimpuh di kakinya. Selamanya. Berdiam dalam diam. Dan dia akan mencintaiku. Menganggapku berarti. Menyayangiku. Membuatku percaya bahwa aku berharga. Karena aku sama sekali tak berharga. Memelukku, melindungiku, karena aku butuh perlindungan.

Maybe are you ready to break
Do you think that I push you too far
Would you open yourself
Are you reckless or not
You tire me out don’t want to let that happen
A secret scream so loud why did you let that happen

Aku hanya ingin di cintai. Apakah itu permintaan yang begitu sulit? Aku hanya ingin menjadi berharga. Karena aku tidak berharga. Maka biarkan aku tenggelam dan menghilang. Karena aku telah lelah. Lelah mencari. Lelah menanti. Biarkan aku pergi.

So put your arms around me
You let me believe that you were someone else
Cause only time can take you
So let me believe that I am someone els
e

Aku hanya ingin di cintai… Atau biarkan aku lebur dengan kesendirianku.

Advertisements

2 Comments

Filed under Uncategorized

2 responses to “

  1. Fannie

    Ah cinta…deritanya tiada akhir..

    Berarti kita masokhis ya hehehehe :p

  2. cef

    eh, aku suda mencoba 2 kali ke emailmu. tapi 2-2nya gagal. gimana kalau kau yang ke emailku ?

    xpembangkangx@yahoo.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s