Taman Suropati (?) pukul 10:30 malam.

Berbicara dengan seorang yang dekat dengan saya belakangan ini. Ia bercerita tentang istrinya, rencana punya anak yang tertunda, dan apartemen sewaan yang akan segera dihuninya.

“Tinggal di rumah mertua nggak pernah jadi ide yang bagus!” katanya berapi-api.
“Kamu mau bayar apartemen itu pake apa?” tanyaku tak menggubris omelannya.
“Gajiku cukup!”
“Kenapa nggak coba cari rumah aja? Mungkin sedikit mahal, tapi jelas ada beberapa ruangan untuk beberapa fungsi.”
“Aku hanya berdua dengan istriku. Untuk apa perlu banyak ruangan? Besides, there is no way i can afford rumah di daerah menteng.”
“Borju!” Aku mencibir ke arahnya.
Dia mencoba meraih kepalaku untuk di usapnya. Sedangkan aku berusaha mengedikkan kepala menghindari tangannya.

“Pria beristri!!” bentakku galak.
“Yeah right… And by rubbing yer hair, i practically licking you!”
“Yeah well… siapa yang tau akhirnya bisa ke situ juga?”
“Ah, shit, Eve! Kamu memang perempuan menarik!”
“Kamu memang pejantan setan!” jawabku kembali meletakkan rokok di bibirku.

Kami bermain dengan pikiran kami masing2.

“Aku tidak lagi bahagia,” katanya sendu setelah beberapa saat.
“Dengan perkawinanmu?”
“Ya, dengan perkawinanku.”
“Cerai!”
“Astaga! Kamu melihat segala sesuatu dengan cara yang sangat simple. Terlalu lugas!”
“That’s me!”
“Yeah, dan karena itu jugalah aku selalu betah menghabiskan beberapa jam usai kantor bersamamu.”
“Yeah… anggap aja aku terperangkap.”
“Kamu tidak terlalu menikmati kebersamaan ini?”
“Ya.”
“Ya apa? Ya tidak, atau ya iya?”
“Tidak, aku menikmati kebersamaan ini.”
“Kamu gila!”
“Ayo pulang…” ajakku beranjak berdiri, membuang puntung rokok dan menghabiskan teh botol.
“Masih jam sebelas kurang. Kamu mau ngapain jam segini pulang?”
“Selain fakta bahwa besok jam 8 pagi aku sudah harus berada dikantor lagi? Yeah, aku harus masturbasi dan pergi tidur. Berharap besok tidak akan terbangun.”
“FUCK Eve! Kamu memang setan kecil!”

Akhirnya kami masuk ke dalam Stream putihnya, meninggalkan taman ini dengan segala bentuk pasangan yang berpelukan.

Advertisements

5 Comments

Filed under Uncategorized

5 responses to “

  1. ndrit

    senangnya..akhirnya bisa baca tulisanmu lagi.. 🙂

    onlen?

  2. bebek

    hahaha…. whatever deh…. cuman berusaha visualize “eve” si setan kecil… setan yang tetep gelap dan misterius (minimal buatku)

  3. pyro

    kalo sakit, put it out of it’s misery
    kalo jelek, putusin
    kalo rusak, buang
    kalo abis, beli lagi

    HIDUP ITU MUDAH. KNP DIBIKIN SUSAH. Ya ngga boooo?

  4. cef

    EH, KAMU!!
    AYO KETEMUAN !!
    tapi nanti ya, setelah tanggal 29 april.
    kamu email ke aku nomer hapemu, aku email ke kamu nomer hapeku.
    okeh okeh ?

    ehiya, senang akhirnya kamu kembali juga ! kirain bakalan nggak pernah ada link ini lagi 😉

    welcome back, ivy !

  5. cef

    tapi emailmu nggak bisa.
    huhu…
    email saya ya !
    email saya tersebar di penjuru titikrapuh koq 😛 hehehe..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s