Aku mengingatnya setiap saat. Setiap detik, setiap menit, setiap jam. Aku memikirkannya.

Apakah dia memikirkanku?
“Tentu tidak!!” sebuah suara dalam kepalaku. “Buat apa dia mikirin kamu? Kaya nggak ada hal yang lebih penting untuk dia kerjakan,” sambung suara itu lagi.
Ya, ya!! Aku tahu!! Nggak pelu ngasih tau sesuatu yang aku sudah tau, moron!!
“Kamu yang moron! Udah tau kok masin nanya,” suara itu sewot.
Harrr…!!! Just want to make sure, i guess.
“Tolol! Sudah, ini mau kamu, jadi jalanin! Cepat lakukan ritual perebutan kewarasanmu itu!”

Memikirkan dia, tampar pipi sekali.
Mengingat namanya, tampar pipi sekali.
Tersenyum mengingat segala yang sudah dilalui bersamanya, tampar pipi dua kali.
Tertawa kecil karena lelucon yang pernah dilontarkannya, tampar pipi tiga kali.
Menangis, tampar pipi tujuh kali.
Menangis sambil menyebut namanya, tampar pipi dua belas kali.
Mengingat wajahnya, tampar pipi tiga kali.

Tidak butuh waktu satu hari untuk membuat pipi saya lebam.

Advertisements

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s