The Hardest Day – The Corrs

Kamu bilang aku mempunyai kemampuan untuk menuliskan apa yang sedang aku rasakan. Mendeskripsikannya sehingga membuat orang yang membaca bisa ikut merasakan apapun yang sedang kurasakan. Kali ini, tidak ada kata apapun yang bisa kutuliskan untuk mengungkapkan apa yang kurasakan. Tidak ada kata yang cocok untuk melukiskannya. Atau aku hanya kehilangan kata-kata? Entahlah…

Baru beberapa menit yang lalu, aku merasakan tubuhmu menempel ketat dengan tubuhku. Merasakan lidahmu menyapu tubuhku. Kulitmu menggesek lembut kulitku. Aku merasa seperti di awang-awang. Tidak pernah seperti ini. Tidak pernah merasa seperti ini. Merasakan kedua kakiku melingkari pinggangmu, sementara tanganku membelai setiap inci kulit punggungmu. Menyebut namamu di sela-sela desah nafasku. Kita bergerak, bersama, mencari, mengejar, berirama. Bibirku menyusuri dadamu, lehermu, menghirup dalam-dalam aroma parfummu yang bercampur keringat. Memainkan rambutmu di sela-sela jariku. Otakku lumpuh. Tak bisa memikirkan apapun. Yang kuingat hanya mulutku menyebut namamu berkali kali. Sementara tanganmu, ya, kedua tanganmu yang selalu berhasil membuatku merasa nyaman itu merengkuh bahuku. Menarikku lebih rapat ke tubuhmu. Merangsekku, seakan ingin menghancurkan setiap sendi tulang-tulangku. Dan aku merasa bahagia. Aku bahagia… Berusaha mengingat kapan terakhir kali aku merasa seperti ini. Terlalu lama… Entahlah. Otakku sama sekali tak mau bekerja sama. Dan kita bergerak semakin cepat… semakin cepat… Aku bagai tenggelam. Tersengal-sengal mencoba bernafas. Segalanya semakin kabur. Yang kuingat hanyalah bibirmu yang menempel di pipiku dan bibirku yang menempel di bahumu. Sampai segalanya semakin cepat, semakin kabur dan meledak! Seiringnya, air mata mulai melelehi pipiku. Kau tak akan melihatnya. Ruangan ini terlalu gelap. Kau tak boleh melihatnya. Aku menggigit bibirku agar tak berteriak,

“I… love… you…!”
“I do!”

Terbaring kelelahan. Mencoba mengatur nafas, tanganmu melingkari kepalaku. Memegang pipi kananku. Hangat. Aku berusaha menahan isakku. Kau tak boleh mendengarnya. Semakin lama nafasmu semakin berat. Berat dan teratur. Kau mulai memasuki alam mimpi dengan bantuan endorphine. Aku menatap wajahmu yang damai. Berkali-kali menahan tanganku di udara ketika tanpa sadar bergerak untuk mengusap pipimu, bibirmu. Aku menikmati seluruh dirimu dengan pandanganku. Dadamu yang naik turun teratur, jarimu, kuku kelingkingmu dan kembali menatap wajahmu. Aku tersenyum. Tersenyum dan menangis. Aku akan merindukan semua ini. Aku akan merindukanmu. Aku akan merindukan diriku saat bersamamu. Aku akan merindukan rasa bahagia yang selalu kau bawa sebagai oleh-oleh untukku. Aku akan kehilangan semuanya. Dan kembali aku tersenyum. Menahan tanganku di udara sebelum sempat menyentuh kulitmu.

Aku akan kehilanganmu….


One more day, one last look
Before I leave it all behind
And play the role that’s meant for us
That said we’d say goodbye

One more night by your side
Where our dreams collide
And all we have is everything
And there’s no pain, no hurt
There’s no wrong it’s all right

If I promise to believe will you believe
That there’s nowhere that we’d rather be
Nowhere describes where we are
I’ve no choice, I love you
Leave, love you wave goodbye

And all I ever wanted was to stay
And nothing in this world’s gonna change, change

Never wanna wake up from this night
Never wanna leave this moment
Waiting for you only, only you
Never gonna forget every single thing you do
When loving you is my finest hour
Leaving you, the hardest day of my life
The hardest day of my life

I still breathe, I still eat
And the sun it shines the same as it did yesterday
But there’s no warmth, no light
I feel empty inside

But I never will regret a single day
I know it isn’t going to go away
What I’m feeling for you
I will always love you
Leave, love you wave goodbye

And all, and all I ever wanted was to stay
Nothing in this world’s gonna change…

Never wanna wake up from this night
Never wanna leave this moment
Waiting for you only, only you
Never gonna forget every single thing you do
When loving you is my finest hour
I never knew I’d ever feel this way
I feel for you…

Never wanna wake up from this night
Never wanna leave this moment
Waiting for you only, only you
Never gonna forget every single thing you do
When loving you is my finest hour
Leaving you, the hardest day of my life…

Never wanna wake up from this night…

Baru lima menit yang lalu…

That lil bliss is gone.
My lil demon. Not mine anymore. Never mine.

I’m all alone…

I’ll be ok… I will be okay!
Keep telling my self…
I am gonna be OK!!!

Advertisements

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s