Friendster. Sepertinya sekarang lagi demam friendster dimana2. Setiap saya ke warnet, selalu saja ada orang yang sedang membuka friendster. Saat saya makan di foodcourtnya Ciwalk, ada juga beberapa cewe yang dengan centilnya cekikikan sambil ngomongin cowo yang baru mereka kenal lewat friendster yang keren, gaul, ganteng. Saat saya menikmati secangkir kopi panas di starbucks, ada juga beberapa lelaki yang ngomongin tentang janda beranak 1 yang masih singset dan fuckable, tentunya, yang mereka temukan dari friendster. Bahkan saat saya berdesak2an di angkot sambil berusaha melindungi tas kamera sayapun, saya masih bisa mendengar beberapa anak SMA yang bicara tentang fitur2 terbaru dari friendster. Wabah friendster sudah menjalar dimana2. Dari yang muda sampe yang tua

Saya mulai berpikir. Sebenernya apa sih gunanya friendster? Sepertinya cuma ajang untuk pamer foto, dan testimonial yang pastinya keren2. (iyalah, soalnya testimonial yang busuk2 pasti di reject.) Berarti friendster tu berguna untuk ajang memuji diri sendiri yang di lakukan secara halus. Dengan cara membuat seolah2 orang lainlah yang memuji2 dia.

Saya sendiri punya 1 account friendster. Yang sama sekali tidak berisikan foto saya. Mula2 saya bikin acc ini cuma sekedar iseng. Tapi setelah beberapa kali chat, saya jadi agak2 merasa risih ttg friendster ini. Banyak orang yang chat dengan saya, langsung minta id fs untuk di add friend. Helloooo??? Saya bahkan sama sekali tidak kenal dengan orang ini. Baru berbicara lewat komputer beberapa kata, dan suddenly dia udah ngerasa temen saya? Dan merasa bebas untuk meng-add friendster saya? Bentuk pertemanan seperti apakah ini? Seharusnya kata ‘Friend’ di friedster itu di ganti aja. Jadi Stranger. Jadi Stranger-ster. Hahahahahaha. Ok, saya emang ga berbakat untuk membuat nama.

Pertama2 emang asik yah kalo ada yang nanya, “hey, punya fs?”, dan kita bisa jawab “yap, punya”. Kesannya kita ngga ketinggalan trend gitu. Tapi setelah sekian lama jadinya bosen juga. Emangnya ga ada sesuatu yang lebih menarik untuk di bicarakan gitu dari pada sekedar friendster dan friendster lagi? Tapi akhirnya saya mengerti juga kenapa orang2 ini selalu nanyain acc friendster dan langsung meng-add orang yang bahkan gak mreka kenal sama sekali. Mereka punya sindrom Pengen-Di-Sebut-Punya-Banyak-Teman yang akut!!

Jadi friendster, selain untuk pamer pic yang cantik2, ganteng2, dan lucu2, trus untuk pamer testimonial yang keren, alias ajang untuk memuji diri sendiri secara halus, Frenster juga ajang untuk menunjukkan pada dunia bahwa kita adalah orang paling gaul sedunia!!!

Jadi marilah beramai2 membuat acc di friendster, sodara2!!!

Advertisements

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s