Langit… Langit… Kenapa kamu menangis? Ditinggalkan oleh bulanmu? Ah… bulan selalu ada untuk kamu. Bulan ngga akan pernah meninggalkan kamu. Walau kadang tertutup awan, tapi bulan selalu menemani kamu. Walau kadang cahayanya tertutup oleh cahaya matahari, tapi bulan tetap mendampingi kamu. Jadi kenapa kamu menangis, langit?

Ah… kamu menangis karena melihat saya menangis? Melihat saya kehilangan kebahagiaan yang sempat tergenggam walau cuma sekejap? Melihat kebahagiaan itu akhirnya pergi tanpa mengucapkan selamat tinggal? Melihat kebahagiaan itu ternyata lebih memilih menjadi bulan di langit yang lain?

Atau melihat kenyataan bahwa ternyata dia menjadi kebahagiaan saya, dan saya ngga pernah menjadi kebahagiaan dia?

Langit, jangan menangis… Karena sederas apapun tangisanmu, ngga akan bisa membawa kebahagiaan saya kembali.

Advertisements

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s