Posts Tagged ‘stupidity’

enuff’s enuff

Seperti judul di atas, enuff is enuff. Sudah terlalu lama saya meninggalkan dunia hitam kelam kecintaan saya ini. Beberapa hari belakangan ini saya mulai kembali banyak memikirkan tentang blog ini yang saya tinggalkan terlantar tak bertuan. Dan saya mulai merindukan babbling up about nothing di sini. However, ternyata banyak juga yang sudah saya lakukan selama [...]

Continue reading »

Bedrest

Akhirnya setelah sekian lama gila2 ngeforsir badan tanpa bener2 mikirin akibatnya, saya dipaksa dengan brutal dan mengerikan untuk bedrest. (walopun ga bisa bener2 bedrest soalnya masih kudu ngurusin MP) Sejak hari minggu badan rasanya udah nggak karu2an. Janji untuk nganter temen ke bandarapun terpaksa harus batal, dan diwakilkan ke Si Mas aja.
Minggu malem (subuh) tiba2 [...]

Continue reading »

this is where the magic happens

So, ngerjain PR dari Eru. Apaan sih sebenernya PR-nya?  Moto meja kerja ya? Since kerjaan saya project base, yang berarti kurang lebih sama dengan gelandangan alias nomaden, jadi ga punya meja tetap di kantor. Luntang lantung aja kesono kemari. Kalo perlu, on some worst time, bisa aja ngemper alias lesehan. Tapi dengan semangat Membuat PR [...]

Continue reading »

anonymity

Dari Wikipedia,
Anonymity is derived from the Greek word ανωνυμία, meaning “without a name” or “namelessness”. In colloquial use, the term typically refers to a person, and often means that the personal identity, or personally identifiable information of that person is not known.

Continue reading »

My Color IQ

Iseng2 anak2 dikantor take Color IQ Test. Jadi saya ikutan juga. Untuk ngeliat sebenernya saya ini buta warna atau engga . Begini bentuk testnya:

Continue reading »

finally in love again.

Sebenernya posting ini udah saya posting di twitter during lunch today, tapi entah kenapa kok nggak berhasil. Padahal msg delivery reportnya menunjukan bahwa sms saya delivered. Tapi nggak masuk juga ke twitter. Eniho, siang ini i had my lunch back in my kamar kost. Karena mulai flu dan batuk yang lumayan berat, jadi saya memutuskan [...]

Continue reading »

1973

Mari berdansa, menggoyangkan badan, kepala, tangan. Ditemani beberapa shoot tequila, meja bar, bartender yang selalu tersenyum dan selinting ganja, abu dalam asbak, abu di lantai, percikan bara api, tastestos snare, casciscus treble hi-hat, tangtingtung cymbal, dangdingdeng tomtom dan bambumbum bassdrum. Melepas penat, meraup udara surga, meninggalkan semua di belakang. Tenggelam, beradu, menyatu, seiring, senada, berirama [...]

Continue reading »